Tuhan,
Hari ini berlalu dengan cepat seolah tak memperdulikan apapun yang terjadi.
Bagaimanapun, detik demi detik sangatlah berharga saat ini untukku. Setahun lagi
dan tibalah saat tahun senior. Jika bisa, aku ingin memiliki nasib persis
seperti peterpan. Tapi entahlah, mungkin hanya untuk saat ini aku akan berpikir
bahwa bertambah umur itu sesuatu yang mengesalkan. Karena kalau aku tidak
bertambah umur itu berarti Tuhan sudah mencabut semua hak ku untuk memiliki
kehidupan dimuka bumi ini. Mungkin hanya masa SMA lah yang perlu dipertambah? Aku
tidak tahu.
Change
topic, hari ini, sebenarnya dan seharusnya ada kegiatan latihan teater, jujur
aku bukannya tidak ingin hadir saat itu, hanya saja ada hal mendadak yang harus
diselesaikan. Walaupun aku telah mengatakan yang sebenarnya, pasti akan ada
backstabbing dalam kasus ini. Jujur aku memiliki sebuah prasangka yang mungkin
akan disebut orang dengan fitnah. Entahlah. Well, aku tidak terlalu
memperdulikan itu semua. Dosa yang mereka perbuat bukanlah urusan yang harus aku
pikirkan bukan? Dosaku sudah terlalu banyak untuk ditambah lagi dengan punya
mereka. Mengapa aku menyebut itu dosa? Aku tidak tahu haha. Biarlah karma
melakukan tugasnya dengan baik dan adil. Aku sangat menyukai teater, kalian
tahu, yang paling bisa membuatku tertawa hanya dengan sebuah gaze ataupun gaya
bicara adalah teman-teman teater ku ini. Tapi semenjak beberapa bulan terakhir
ini aku sudah merasa jenuh dengan kegiatan ku itu. Bukan karena aku membenci
teater. To be honest, orang-orang didalam organisasi itulah yang menjenuhkan. Mungkin
hanya pendapatku saja. Tapi aku harus jujur bahwa aku mulai merasa tidak nyaman
dengan itu semua. Di lain sisi, aku tidak ingin meninggalkan organisasi ini
karena aku sangat menyukai dunia itu. Aku juga memiliki tanggung jawab sebagai
pengurus organisasi ini. Jenuh karena orang-orang ini memiliki pendirian yang
egois, mementingkan diri dalam hal apapun, ingin menang sendiri, ah ada lagi
satu hal, KEMUNAFIKAN. Inilah yang paling kubenci. Mereka bagaikan malaikat
saat aku berada tidak jauh dari keberadaan mereka. Tersenyum manis, tertawa,
bercanda, bahkan peduli. Peduli dengan mengatakan THEY’RE FEEL SORRY ABOUT THE
OTHER THAT ALWAYS TALK SHIT ABOUT ME. Padahal walaupun aku tidak mengetahui
dengan pasti, saat itu orang tersebut pasti memilih sisi yang menjelek-jelekan
diriku itu. Bagaikan bunglon bukan? Tapi sudahlah, apapun yang kukatakan
padanya adalah hal yang sangat ingin kukakatakan pada mereka semua. Ada baiknya
jika ia memberitahukan atau lebih tepatnya membocorkan itu pada mereka. Dalam hal
ini, aku hanya memperjelas bahwa kehadiran ku di tiap kali latihan diadakan hanya
berdasarkan tugas dan tanggung jawab juga berdasarkan prinsip aku tidak ingin melepas mimpiku hanya untuk
orang lain. Mimpi yang kumaksud adalah dengan keikutsertaan diriku dalam
kegiatan ini aku berharap agar menjadi pribadi yang lebih berani, tegas, dan
bertanggung jawab dalam hal apapun,Tuhan. Aku sangat berterima kasih kepada
pelatih, senior, teman-teman, dan junior yang selama ini telah memberikan
sesuatu yang berarti yang bisa dijadikan bahan pelajaran untuk masa depan ku
nanti. Aku menjadi kuat dengan adanya tekanan batin tiap kali akan menghadiri
latihan. Tekanan batin itu tecipta karena apa, aku tidak tahu. Aku berhasil
melalui itu. Aku tahu, doaku takkan pernah dilewati sepatah katapun oleh Tuhan.
Dan itu semua terbukti.
Bagaimanapun
juga, kekuatan itu berasal dari padaMu. Tidak terjerumus dalam pergaulan adalah
sesuatu yang sangat rentan. Walaupun menurut sisi pandang mereka itu hanyalah
bahan candaan, tapi merendahkan diri sendiri untuk hal seperti itu, tidak
untukku. Mungkin disini terlihat seperti apa yang sering dikatakan orang, sok suci. Bukan.. bukan seperti itu. Tidak
ada yang suci diantara manusia. Aku hanya menjaga harga diri. Itu saja.
Cukup
untuk curahan kekesalan haha, saat ini aku ingin fokus pada kehidupan yang
semerawut ini. Mencoba membuatnya lebih baik lagi. Semoga aku tidak menjadi
seorang yang hotheaded atau apalah
sebutannya, sehingga tidak membuat perpecahan dalam hal apapun. Tetaplah seperti
ini. Dan untuk hari esok dan seterusnya, setidaknya perpanjanglah satu detik
itu. Can You, please? Tidak cukup kurasa 24 jam dalam sehari. Aku tahu
sebelumnya wastedtime sudah menjadi kebiasaan bahkan hobi. Tapi saat ini, waktu
adalah prioritas. Waktu untuk Tuhan, waktu untuk keluarga, waktu untuk sahabat,
waktu untuk sekolah bahkan waktu untuk diri sendiri. Sangatlah susah untuk
mengatur itu semua. Aku akan merindukan saat ini. Sama seperti saat aku
merindukan masa kecilku detik ini. Aku tahu ini egois. Egois adalah hal yang
salah. Dan aku masih mempraktekkan itu. Aku tahu aku salah, tapi Tuhan, terima
kasih, terima kasih untuk nafas kehidupan yang saat ini masih kau berikan
secara gratis kepadaku walaupun kesalahan telah bertumpuk dalam kehidupan ini. Terima
kasih kau telah memberikan satu hari lagi untuk aku jalani. Terima kasih untuk
kesehatan yang kau beri, baik kepadaku maupun keluargaku. Terima kasih untuk
penyertaan sehingga saat ini aku masih bisa berkomunikasi denganMu. Sungguh baik
bahkan teramat baik Kau Tuhan. Aku tahu Tuhan, telah begitu banyak coretan dosa
dalam kehidupan ini, mohon Kau ampuni apapun yang telah melawan kehendakMu,
tegurlah hambaMu selalu setiap hamba membuat kesalahan. Ampunilah segala salah
dan dosa Mama dan Papa. Ampunilah segalah pelanggaran yang telah dilanggar
keluargaku Tuhan. Jaga selalu kami Bapa. Tutup bungkus kami dalam kasih Mu. Saat
ini Bapa aku akan beristirahat. Kiranya Engkau mau menjaga hingga nanti pagi
menjelang. Bangunkan kami dengan tubuh roh jasmani yang sehat yang berasal dari
padaMu saja. Jauhkanlah segala kuasa setan dalam kehidupan kami. Di dalam nama
Yesus Kristus, Amin.
No comments:
Post a Comment