7 May 2013

To : GOD



Tuhan, Hari ini berlalu dengan cepat seolah tak memperdulikan apapun yang terjadi. Bagaimanapun, detik demi detik sangatlah berharga saat ini untukku. Setahun lagi dan tibalah saat tahun senior. Jika bisa, aku ingin memiliki nasib persis seperti peterpan. Tapi entahlah, mungkin hanya untuk saat ini aku akan berpikir bahwa bertambah umur itu sesuatu yang mengesalkan. Karena kalau aku tidak bertambah umur itu berarti Tuhan sudah mencabut semua hak ku untuk memiliki kehidupan dimuka bumi ini. Mungkin hanya masa SMA lah yang perlu dipertambah? Aku tidak tahu.
Change topic, hari ini, sebenarnya dan seharusnya ada kegiatan latihan teater, jujur aku bukannya tidak ingin hadir saat itu, hanya saja ada hal mendadak yang harus diselesaikan. Walaupun aku telah mengatakan yang sebenarnya, pasti akan ada backstabbing dalam kasus ini. Jujur aku memiliki sebuah prasangka yang mungkin akan disebut orang dengan fitnah. Entahlah. Well, aku tidak terlalu memperdulikan itu semua. Dosa yang mereka perbuat bukanlah urusan yang harus aku pikirkan bukan? Dosaku sudah terlalu banyak untuk ditambah lagi dengan punya mereka. Mengapa aku menyebut itu dosa? Aku tidak tahu haha. Biarlah karma melakukan tugasnya dengan baik dan adil. Aku sangat menyukai teater, kalian tahu, yang paling bisa membuatku tertawa hanya dengan sebuah gaze ataupun gaya bicara adalah teman-teman teater ku ini. Tapi semenjak beberapa bulan terakhir ini aku sudah merasa jenuh dengan kegiatan ku itu. Bukan karena aku membenci teater. To be honest, orang-orang didalam organisasi itulah yang menjenuhkan. Mungkin hanya pendapatku saja. Tapi aku harus jujur bahwa aku mulai merasa tidak nyaman dengan itu semua. Di lain sisi, aku tidak ingin meninggalkan organisasi ini karena aku sangat menyukai dunia itu. Aku juga memiliki tanggung jawab sebagai pengurus organisasi ini. Jenuh karena orang-orang ini memiliki pendirian yang egois, mementingkan diri dalam hal apapun, ingin menang sendiri, ah ada lagi satu hal, KEMUNAFIKAN. Inilah yang paling kubenci. Mereka bagaikan malaikat saat aku berada tidak jauh dari keberadaan mereka. Tersenyum manis, tertawa, bercanda, bahkan peduli. Peduli dengan mengatakan THEY’RE FEEL SORRY ABOUT THE OTHER THAT ALWAYS TALK SHIT ABOUT ME. Padahal walaupun aku tidak mengetahui dengan pasti, saat itu orang tersebut pasti memilih sisi yang menjelek-jelekan diriku itu. Bagaikan bunglon bukan? Tapi sudahlah, apapun yang kukatakan padanya adalah hal yang sangat ingin kukakatakan pada mereka semua. Ada baiknya jika ia memberitahukan atau lebih tepatnya membocorkan itu pada mereka. Dalam hal ini, aku hanya memperjelas bahwa kehadiran ku di tiap kali latihan diadakan hanya berdasarkan tugas dan tanggung jawab juga berdasarkan prinsip aku tidak ingin melepas mimpiku hanya untuk orang lain. Mimpi yang kumaksud adalah dengan keikutsertaan diriku dalam kegiatan ini aku berharap agar menjadi pribadi yang lebih berani, tegas, dan bertanggung jawab dalam hal apapun,Tuhan. Aku sangat berterima kasih kepada pelatih, senior, teman-teman, dan junior yang selama ini telah memberikan sesuatu yang berarti yang bisa dijadikan bahan pelajaran untuk masa depan ku nanti. Aku menjadi kuat dengan adanya tekanan batin tiap kali akan menghadiri latihan. Tekanan batin itu tecipta karena apa, aku tidak tahu. Aku berhasil melalui itu. Aku tahu, doaku takkan pernah dilewati sepatah katapun oleh Tuhan. Dan itu semua terbukti.
Bagaimanapun juga, kekuatan itu berasal dari padaMu. Tidak terjerumus dalam pergaulan adalah sesuatu yang sangat rentan. Walaupun menurut sisi pandang mereka itu hanyalah bahan candaan, tapi merendahkan diri sendiri untuk hal seperti itu, tidak untukku. Mungkin disini terlihat seperti apa yang sering dikatakan orang, sok suci. Bukan.. bukan seperti itu. Tidak ada yang suci diantara manusia. Aku hanya menjaga harga diri. Itu saja.
Cukup untuk curahan kekesalan haha, saat ini aku ingin fokus pada kehidupan yang semerawut ini. Mencoba membuatnya lebih baik lagi. Semoga aku tidak menjadi seorang yang hotheaded atau apalah sebutannya, sehingga tidak membuat perpecahan dalam hal apapun. Tetaplah seperti ini. Dan untuk hari esok dan seterusnya, setidaknya perpanjanglah satu detik itu. Can You, please? Tidak cukup kurasa 24 jam dalam sehari. Aku tahu sebelumnya wastedtime sudah menjadi kebiasaan bahkan hobi. Tapi saat ini, waktu adalah prioritas. Waktu untuk Tuhan, waktu untuk keluarga, waktu untuk sahabat, waktu untuk sekolah bahkan waktu untuk diri sendiri. Sangatlah susah untuk mengatur itu semua. Aku akan merindukan saat ini. Sama seperti saat aku merindukan masa kecilku detik ini. Aku tahu ini egois. Egois adalah hal yang salah. Dan aku masih mempraktekkan itu. Aku tahu aku salah, tapi Tuhan, terima kasih, terima kasih untuk nafas kehidupan yang saat ini masih kau berikan secara gratis kepadaku walaupun kesalahan telah bertumpuk dalam kehidupan ini. Terima kasih kau telah memberikan satu hari lagi untuk aku jalani. Terima kasih untuk kesehatan yang kau beri, baik kepadaku maupun keluargaku. Terima kasih untuk penyertaan sehingga saat ini aku masih bisa berkomunikasi denganMu. Sungguh baik bahkan teramat baik Kau Tuhan. Aku tahu Tuhan, telah begitu banyak coretan dosa dalam kehidupan ini, mohon Kau ampuni apapun yang telah melawan kehendakMu, tegurlah hambaMu selalu setiap hamba membuat kesalahan. Ampunilah segala salah dan dosa Mama dan Papa. Ampunilah segalah pelanggaran yang telah dilanggar keluargaku Tuhan. Jaga selalu kami Bapa. Tutup bungkus kami dalam kasih Mu. Saat ini Bapa aku akan beristirahat. Kiranya Engkau mau menjaga hingga nanti pagi menjelang. Bangunkan kami dengan tubuh roh jasmani yang sehat yang berasal dari padaMu saja. Jauhkanlah segala kuasa setan dalam kehidupan kami. Di dalam nama Yesus Kristus, Amin.
                                                                                                                          

No comments: